Beda "operation" dengan "skirmish" atau game play lainnya

Posted by: admin in MyBlog

Tagged in: airsoft mission

AddThis Social Bookmark Button

Mungin ada diantara ersopter yang belum mengetahui perbedaan operation dengan gameplay lainnya. Mungkin diantaranya sudah mengetahui perbedaannya, namun masih suka ketuker dalam konversasi sehari-hari.

Buat yang belum mengetahui saja, skirmish biasanya dilakukan oleh 2 team yang akan saling attack-defend tanpa ada struktur game yang perlu di ikuti. Untuk mengadakan skirmish gampang saja, tinggal set waktu dan tempat lalu ajak temen-temen yang lain untuk bergabung.

Nah kalau operation, tidak semudah kita membuat event skirmish. Operation perlu direncanakan secara matang dengan waktu yang cukup dan tersosialisasi kepada peserta dengan baik dan biasanya menggunakan sebuah nama operasi yang keren seperti Operation Desert Storm, dan lainnya.

Operation memerlukan structured-objective based missions. Jadi operation bisa terdiri dari beberapa misi lho. Kemudian juga dibutuhkan story line yaitu path way dari operation tersebut, serta property yang mendukung kepada pathway dan mission yang sudah direncanakan, sehingga akan pump-up peserta kepada operation scenario.

Kenapa prop perlu disesuaikan dengan tema operasi dan misi-misi yang ada didalamnya? Ilustrasi sederhanya begini:

 

Mission 1 : Menyelamatkan sandera perang.

Mission brief: Markas memberikan tugas kepada squad untuk menyelamatkan sandera perang disuatu lokasi yang unknown.

Pathway: dropzone --> ambush 1 --> ambush 2 --> lokasi penyanderaan (bebaskan sandera)

Didapat informasi dari sandera, bahwa ada base camp musuh 3 klik dari tempat sandera. Dan Captain menghubungi HQ dan diinstruksikan untuk scouting dahulu.

 

Mission 2 : Silent Scout

Primary mission 1: send scout untuk menyelidiki markas musuh secara diam-diam. Tim scout harus kembali kepada group dengan selamat dan report situasi di markas musuh.

Primary mission 2: antar sandera yang telah dibebaskan ke drop zone untuk dibawa ke HQ. Team escort harus segera kembali ke group setelah sandera di evac.

Prop yang diperlukan: binoculars, camo, radio

Pathway:

Team escort : tempat sandera --> drop zone --> kembali ke group camp. (kalau mau seru dibikin ada ambush nya juga bisa, dan hasilnya bisa di set semua sandera mati atau team ambush bisa dikalahkan dan sandera bisa di evac.

Team scout : tempat sandera --> scouting sejauh xxx meter --> report ke group. (ini juga kalau mau dibuat ada skenario ambush juga bisa)

 

Mission 3 : Storm the front

Setelah team evac kembali dan team scout kembali dan report, captain memutuskan untuk membantai markas musuh. Berdasarkan laporan scouting ada sekitar 30 tentara musuh di markas termasuk beberapa sniper, 2 machine gunner. Pertahanan mereka adalah fox hole, light bunker, parit dan terowongan bawah tanah ala vietnam. Scouter harus memberikan posisi detail pada gambar.

Props yang diperlukan : senter, hand grenade, camo

Mission brief : set an attack plan, acquired enemy camp, delete all enemies (maksudnya habisi semua musuh, ahaha)

Overall scenario:

Musuh diserang dan defend menggunakan fox hole, machine gun, dan semua peralatan yang ada. Musuh mundur ke defend point ke 2, calling for back up. Hasil akhir, musuh dibantai semua.

Insertion scenario: Pada saat penyerangan, captain tertembak dan digantikan oleh rank senior yang ada di group itu.

 

Mission 4: We are here for dead

Mission brief: Defend at enemy camp with all you got until backup infantry arrives.

Ok, jadi sebelum pasukan musuh dihabisi, kapten musuh sempat menghubungi HQ musuh, dan pasukan bantuan sedang OTW ke hot zone. Mision terakhir ini adalah bertahan sampai mati mempertahankan camp yang baru direbut. Arah kedatangan musuh & ETA : unknown

Captain Tactic : Set battle perimeter, deploy scouter+sniper disekitar camp. Set machine gun dan bomb trap di jalur masuk. Gali fox hole di sekitar battle perimeter. 3 orang medic are needed untuk keluyuran kesana kemari menyelamatkan yang luka.

Overall scenario: pasukan musuh baru tiba 1 jam kemudian. Pasukan scout musuh terlacak oleh scouting dan sniper, pasukan scout musuh mati semua. Karena scout team musuh tidak kembali, akhirnya musuh maju serentak. Team scout dan sniper mundur ke basecamp, sniper mencari posisi tersembunyi di ketinggian. Pasukan musuh tertahan di jalur masuk oleh machine gun, namun akhirnya machine gun dapat dilumpuhkan. Team guard machine gun mundur ke base camp, peperangan sengit pun terjadi, sampai akhirnya 30 menit kemudian pasukan bantuan datang, dan musuh ngabur.

 

Ok, jadi kurang lebih seperti itulah kalau kita membuat skenario untuk operation. Jangan salah itu saya baru menggambarkan skenario dari satu team, belum team yang satunya. Jadi harus ada sinkronisasi jalur cerita, pathway dan lainnya. Nah prop akan sangat mendukung.

Tidak lucu kalau di skenario ada defend menggunakan machine gun, tapi tidak ada yang punya machine gun, defend dengan fox hole tapi tidak ada yang bawa sekop militer, atau set peperangan terjadi di vietnam, namun ada personil yang pakai baju hansip ???

Jadi pada saat perencaan skenario, pembuat skenario pun harus mengetahui gears dan kelengkapan yang dimiliki peserta, agar skenario bisa pas, dan mission bisa dirancang semenarik mungkin.

 

Comments (0)Add comments

Write comment

security image
Write the displayed characters


busy